Yakin Nggak Mau? Inilah Manfaat Menikah di Bulan Syawal
Inspirasi 58 dilihat 0 komentar

Yakin Nggak Mau? Inilah Manfaat Menikah di Bulan Syawal

Inilah Manfaat Menikah di Bulan Syawal, yakin nggak mau? Pada kesempatan kali ini saya akan sedikit menghibur para singlelillah agar bisa tersenyum dan membayangkan betapa indahnya menikah. Terutama di bulan syawal. Cek deh!

Bulan syawal merupakan salah satu bulan yang penuh keberkahan. Selain menjadi ajang silaturahim, bulan syawal juga menjadi momen yang pas untuk melangsungkan akad nikah. Betapa banyak manfaat menikah yang tersaji di bulan syawal yang perlu kita ketahui. Beberapa di antaranya akan kita bahas pada artikel kali ini.

Menikah adalah salah satu bentuk dari ibadah. Seseorang yang menikah akan dianggap telah menyempurnakan separuh agamanya. Dengan demikian, beragama akan menjadi lebih sempurna. Selain itu, seseorang menikah bisa terhindari dari perzinaan.

Manfaat Melangsungkan Pernikahan

1# Menikah menyempurnakan separuh agama Islam

Diriwayatkan dari Anas bin Malik, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Ketika seorang hamba menikah, berarti dia telah menyempurnakan setengah agamanya. Maka bertaqwalah kepada Allah pada setengah sisanya”

2# Solusi untuk Menghindari Perzinaan

Menikah pun bisa menjadi solusi untuk mereka yang ingin menjaga kemaluan dan menundukkan pandangannya sehingga bisa terhindari dari perzinaan.

Sebagaimana yang pernah disabdakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Wahai para pemuda, barangsiapa yang memiliki baa-ah, maka menikahlah. Karena itu lebih akan menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Barangsiapa yang belum mampu, maka berpuasalah karena puasa itu bagai obat pengekang baginya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dengan manfaat menikah yang begitu besar, maka sudah sepantasnya dua orang yang ingin sekali menyempurnakan separuh agamanya dan menghalalkan yang haram segera melangsungkan pernikahan.

Manfaat Menikah di Bulan Syawal

Kita sering mendengar undangan pernikahan di bulan syawal. Kita juga jadi terbiasa mengetahui bahwa syawal merupakan bulan yang baik untuk melangsungkan pernikahan. Ternyata, hal ini telah dicontohkan oleh Rasulullah shalallhu ‘alaihi wassalam.

Suatu kali,  ‘Aisyah radiallahu ‘anha, istri dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menceritakan:

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menikahiku di bulan Syawal, dan membangun rumah tangga denganku pada bulan syawal pula. Maka isteri-isteri Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wassalam yang manakah yang lebih beruntung di sisinya dariku?” (Perawi) berkata, “Aisyah Radiyallahu ‘anhaa dahulu suka menikahkan para wanita di bulan Syawal.” (HR. Muslim)

Hikmah Menikah di Bulan Syawal

1# Menyelisihi Pendapat yang Salah

Imam Ibnu Katsir rahimahumullah menjelaskan dalam kitab Al-Bidayah wa an-Nihayah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menikahi Aisyah untuk membantah keyakinan yang salah sebagian masyarakat yaitu tidak suka menikah di antara dua Id (bulan Syawal termasuk di antara Idulfitri dan Iduladha), mereka mengkhawatirkan akan terjadi perceraian.

Mereka memiliki anggapan bahwa unta betina selalu mengangkat ekornya (syaalat bidzanabiha) pada bulan syawal. Meraka menggangap ini adalah tanda unta betina tidak mau menikah, sebagai tanda juga menolak unta jantan yang mendekat. Dengan demikian, maka para wanita juga menolak untuk dinikahi dan para wali pun enggan menikahkan mereka.

“Bulan syawal dijadikan sebagai waktu disunahkannya menikah ditujukan untuk menghilangkan kepercayaan orang-orang Arab Jahiliyah yang menganggap bahwa pernikahan di bulan Syawal adalah sebuah kesialan dan akan berujung dengan perceraian. Sehingga para orangtua atau wali tidak ingin menikahi putri-putri mereka begitu juga para wanita tidak mau dinikahi pada bulan tersebut.” Demikian tulis wildanfuady.com

2# Meluruskan Pemahaman yang Salah

Pemahaman yang salah tersebut tidak ingin berada pada tubuh kaum muslimin. Maka dari itu, untuk menghilangkan kepercayaan menyimpang tersebut, pernikahan di bulan syawal pun dijadikan sebagai ibadah dan sebagai sunnah Rasulullah Shalallahu’alaihi Wassalam.

Kesimpulan

Kita sudah belajar dua hal pada tulisan ini, yaitu manfaat dan hikmah menikah di bulan syawal yang penuh berkah. Bahkan, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam menikah dengan Siti ‘Aisyah juga pada bulan syawal. Begitu besarnya hikmah yang bisa kita ambil dari pelajaran kali ini.

Hadis di atas pun dijadikan sebagai anjuran untuk menikah dan menikahkan di bulan syawal, sebagai bantahan atas keyakinan atau anggapan sial terhadap sesuatu yang bisa menjerumuskan seseorang kepada kesyirikan kepada Allah SWT. Naudzhubillah.

Semoga kita bisa diberikan kekuatan dan kemampuan agar bisa menikah di bulan syawal. Terutama bagi laki-laki dan perempuan yang belum menikah dan ingin segera menikah. Mudah-mudahan, apa yang kita harapkan (menikah di bulan syawal) bisa terlaksana di tahun ini ataupun tahun yang akan datang.

Aamiin.

Catatan: Artikel ini merupakan kiriman dari penulis. Saungliterasi.id tidak bertanggung jawab atas isi yang ada di dalamnya. Namun, kami berhak mengubah maupun menghapus kiriman penulis apabila terdapat kesalahan yang merugikan banyak pihak.

Berita Terkait
0 Komentar

Tinggalkan Komentar