Cara Agar Bisa Konsisten Menulis Setiap Hari
Pilihan Editor 136 dilihat 0 komentar

Cara Agar Bisa Konsisten Menulis Setiap Hari

Saungliterasi.id – Banyak di antara para penulis yang punya keinginan besar menjadi penulis sejati tetapi belum bisa konsisten menulis setiap hari. Katanya, konsisten itu berat seperti #rindu. Eh.

Salah satu contohnya terjadi pada seseorang yang pernah menghubungi kami.

Katanya, “Min, saya ingin jadi penulis bagaimana caranya ya?”

Lalu kami pun menjawab, “Cara cepat jadi penulis ya dengan menulis.”

Setelah jawaban itu kami berikan beberapa bulan kemudian ia tidak lagi bertanya dan akhirnya belum ada satupun tulisan yang ia publish semenjak bertanya seperti itu.

Hal ini menandakan bahwa kuncinya ada pada: menulis.

Tidak hanya cukup dengan sebuah jawaban saja untuk jadi penulis. Dibutuhkan aksi nyata berupa kegiatan tulis menulis dan publikasi tulisan.

Sebanyak apapun tulisan yang sudah kita tulis jika tidak dipublikasikan tidak akan bisa disebut penulis. Bila belum PD, cobalah baca agar bisa PD mempublikasikan tulisan di tautan ini.

Baca: 4 Tips Agar PD Terhadap Tulisan

Setelah mulai mempublikasikan tulisan, langkah selanjutnya adalah konsisten. Hal ini lah yang penting kita miliki jika ingin menjadi penulis sejati, bukan penulis asal-asalan, bukan pula penulis musiman (nunggu mood). 

Admin kasih contoh, bagaimana di sela-sela kesibukan sebagai seorang guru dan enterpreneur di berbagai bisnis bisa konsisten menulis 2 artikel setiap hari di blog yang admin kelola. 

Saat ini, admin mengelola 2 blog sekaligus, di antaranya https://www.wildanfuady.com. Blog ini berisi blog pribadi kami saja. Isinya pun berbagai macam.

Lalu kami juga mengelola blog https://saungliterasi.id ini.

Admin nggak pakai ilmu sihir ataupun ilmu pelet lainnya. Semua ilmu dan caranya akan sangat manusiawi dan bisa kita praktikkan sampai berhasil. 

Berikut ini admin sampaikan bagaimana cara agar bisa konsisten menulis:

1# Punya Visi yang Jelas

Apa tujuanmu menulis? Sudah punya jawabannya? Jika belum, kami sarankan agar segera menentukan tujuan menulis. Hal ini sangat penting mengingat tanpa adanya tujuan seseorang tidak akan pernah sampai di puncak kesuksesan.


Contohnya hari ini si A mempunyai jadwal berangkat kerja ke kantor. Si A berangkat menaiki taksi. Lalu ia ditanya oleh Pak Sopir, “Mau ke mana, Mas?”

Lalu si A menjawab, “Saya tidak tahu harus pergi ke mana.”

Dari kisah di atas sangat tidak mungkin si A bisa sampai ke kantor karena tujuannya belum jelas walaupun ia ingin ke kantor. 

Cara yang dilakukan oleh si A tidak detail dan jelas. Sehingga, sampai kapanpun ia tidak akan pernah bisa sampai ke kantor.

Begitu juga dengan penulis. Penulis yang tidak memiliki tujuan yang jelas cenderung lebih mudah menyerah dan memutuskan berhenti menulis ketimbang yang punya tujuan yang jelas. Hal ini sudah banyak dialami oleh penulis pemula yang baru terjun di dunia kepenulisan dan pada akhirnya hanya menjadi penulis gagal atau musiman. 

Mulai sekarang, cobalah miliki tujuan kepenulisanmu. Buatlah cita-cita besar yang perlu kamu raih agar terus maju dan berkembang. Hal itulah yang insya Allah akan membuat kamu konsisten dalam menulis.

2# Punya Wadah Tempat Menulis

Saat ini zaman sudah sangat berkembang dan memasuki dunia modern. Dahulu orang hanya bisa menulis dengan mesin “tik” yang sulit di bawa ke mana-mana. Begitupun dengan membaca yang harus melalui media cetak dan surat kabar yang sulit memilikinya.

Sekarang kemudahan mengakses referensi (read: membaca) bisa dari mana saja. Seperti dari facebook, whatsApp, twitter atau media sosial lainnya. Selain itu yang tidak kalah penting adalah kemudahan membaca buku kapan saja dan di mana saja. Para penerbit berlomba-lomba menerbitkan buku berkualitas setiap bulannya. Di tambah lagi menjamurnya penerbit indie yang punya kebebasan untuk menerbitkan buku apa saja sesuai dengan yang mereka mau.

Selain dengan membaca, kemudahan menulis juga ikut berkembang. Sekarang kita bisa menulis “hanya dengan membuka smartphone saja”. Jika dirasa kurang maksimal masih bisa menggunakan notebook yang ringan di bawah ke mana-mana. Jika kita ingin lebih fokus bisa menggunakan laptop yang lebih memuaskan untuk menulis.


Sekarang tentukanlah pola dari mana mendapatkan bacaan (buku, ebook, media sosial, kitab suci dan lain-lain) dan perangkat yang digunakan untuk menulis (smartphone, notebook atau laptop).

Setelah pola bacaan dan perangkat menulis sudah kamu temukan saatnya lah menemukan wadah untuk share tulisan.

Sebagaimana yang saya sebutkan sebelumnya bahwa untuk jadi penulis perlu memberanikan diri untuk mempublikasikan. Jika keberatan tulisanmu dipublikasikan, maka selamanya kamu tidak akan menjadi penulis. #GawatDarurat.

Jika kamu sudah memberanikan diri mempublikasikan tulisan, langkah selanjutnya adalah memiliki wadah untuk menulis.

Saat ini banyak sekali yang bisa kita gunakan untuk menampung tulisan-tulisan kita. Misalnya media sosial, blogger, wordpress dan situs media online lainnya. Tulisan kita juga bisa dikumpulkan jadi buku jika sudah memenuhi kriteria yang penerbit ajukan.

Jika kamu ingin membuat blog untuk menampung tulisan, boleh membaca artikel cara membuat blog yang sudah kami siapkan.

Sekarang, apa media menulismu favoritmu?

3# Punya Komunitas yang Membangun

Komunitas menulis sudah sangat menjamur di negeri ini. Banyak penulis yang tidak sedikit membuka grup / komunitas menulis baik offline maupun offline. Kita bisa mengikuti yang mana saja asalkan bisa komitmen dalam satu komunitas itu.

Salah satu alasan banyak penulis yang tidak bisa konsisten adalah mengikuti banyak komunitas tetapi tidak bisa komitmen terhadap komunitas yang ia ikuti. 

Banyak penulis yang hanya sekadar ikut-ikutan saja tanpa adanya keinginan untuk jadi penulis. Bilapun menulis itupun hanya musiman saja.


Memang tidak salah jika di awal baru mencoba. Namun yang jadi masalah adalah banyaknya penulis pemula yang tidak tahan pada kegagalan.

Tulisan kami pernah dibantai saat pertama kali menulis di komunitas. Yang kami lakukan adalah merevisi sesungguh mungkin sampai berhasil. Kami nggak baper apalagi menyerah. Sekarang, kami bisa merasakan dan sudah menjadi bukti bahwa kami bisa lebih banyak bekarya ketimbang yang membantai tulisan tadi.

Yang kami sadari, jangan berharap komunitas memberimu sepenuhnya, tetapi cobalah memberikan sesuatu pada komunitas sepenuhnya.

Ubahlah mindset yang kurang benar yaitu mereka akan memberikanmu segalanya, tetapi buatlah agar kamu bisa memberikan komunitas segalanya.

... dan yang sangat penting adalah minimal kamu memiliki komunitas secara offline yang bisa tatap muka secara langsung dan mendapatkan pembinaan.

4# Punya Mentor Kepenulisan

Sebaiknya sebuah komunitas menulis memiliki seorang mentor yang siap mengajarkan ilmunya kepada penulis-penulis baru. Dengan banyaknya komunitas menulis yang ada, penulis pemula semakin dimudahkan dalam mencari guru.

Berbeda dengan zaman kami yang harus datang ke suatu tempat untuk berguru ilmu kepenulisan. Sekarang bermodalkan HP, sudah bisa mencari ilmu kepenulisan.

Memiliki banyak guru tentu sangat dianjurkan, tetapi yang semestinya adalah punya satu guru yang memang ia “bersedia” mengajarkan ilmunya, membina dan mengantarkan kita menjadi penulis betulan.

Banyak guru kepenulisan di luar sana yang bisa kita ikuti. Ada yang berbayar maupun yang gratis. Apapun metodenya yang penting kamu punya guru yang bersedia mengajarkanmu. Lebih bagus lagi, kamu bisa tatap muka dengannya.


Sependek pengetahuan kamu belajar yang paling efektif adalah dengan tatap muka dan metode talaqqi.

Metode talaqqi maksudnya adalah kamu benar-benar dibimbing secara langsung dengan pembinaan yang menyeluruh. Metode talaqqi bukan dengan mengikuti acara seminar atau wordkshop kepenulisan. Metode talaqqi yang saya maksudnya seperti belajar kelompok dengan dibimbing oleh satu guru.

Metode ini sangat sukses membina kami sampai sekarang ini menjadi penulis yang mampu konsisten menghasilkan karya. Alhamdulillah.

Jika kami bisa, kamu pun insya Allah pasti lebih bisa.

The Way of Author

Jalan menjadi penulis itu berat. Banyak tantangan yang mesti dihadapi agar kuat berada di jalan para penulis. 

Kami tidak heran jika ada penulis asal-asalan dan penulis musiman. Memang tantangan di jalan para penulis itu nggak mudah.

Hanya mereka yang kuatlah yang bisa suses di jalan para penulis.

Bayangkan saja...

Untuk menulis satu buku dibutuhkan riset sebulan sampai 3 bulan. 

Menulis membutuhkan waktu 1-2 bulan.

Kirim ke penerbit nunggu 1-4 bulan.

Jika diterima nunggu 3 bulan.

Baru buku itu bisa terbit.

Nambahlah penderitaan penulis karena royalti dibayarkan 6 bulan sekali.


Cuma mereka yang memiliki tujuan yang jelas lah yang mempu bertahan di jalan para penulis. Mereka yang hanya sekedar, setengah maupun nyoba-nyoba tidak akan bisa berhasil menjadi penulis sejati.

Mulai sekarang, tentukan tujuan kepenulisanmu. Rangkailah dengan jelas dan detail. Lalu, tanamkan dalam-dalam ke dalam sanubari agar tujuan itu tidak pernah pergi dari dirimu. 

... bakarlah tujuan itu setiap hari agar tujuan itu terus membara di dalam hati.

Jika itu sukses dilakukan, barulah kita bisa menikmati yang namanya jalan kepenulisan sejati.

Indah, nyaman, pintar dan cerdas.

Kesimpulan

Sudah panjang lebar kita membahas 4 topik yang sangat penting untuk mengubah mindset dan kebiasaan agar bisa sukses menjadi penulis yang terus berkomitmen menghadirkan tulisan-tulisan yang baik, bagus dan menginspirasi setiap pembacanya.

Saya yakin banyak sekali penulis yang memiliki talenta terpendam di bidang tulis menulis seperti yang kamu miliki saat ini. Tinggal bagaimana cara mengeluarkan talenta itu ke permukaan sampai benar-benar sukses. Jika kita terus komimen maka tidak menuntup kemungkinan bisa mengalahkan penulis senior seperti Kang Abik, Andrea Hirata, Asma Nadia, Tere Liye dan lain-lain.

Kami percaya, talenta menulis akan terus lahir seiring dengan banyaknya yang membaca postingan ini dari awal sampai selesai dengan cara dipahami, dihayati dan dipratikkan. Kami yakin hal itu akan terjadi bila tips yang diberikan benar-benar dipraktikkan selama apapun itu, insya Allah.

Semoga tulisan kali ini bermanfaat dan menambah semangat kita untuk terus merayakan literasi di dalam dan luar negeri sampai sukses di dunia dan akhirat. Aamiin.


Salam,

Saungliterasi.id

PS. Silahkan share tulisan ini agar semakin banyak lagi orang yang merasakan manfaatnya seperti yang kamu rasakan saat ini.

PS. Semakin banyak yang membaca, maka pahalamu akan ikutan mengalir deras selama orang yang amu ajak turut menulis dalam rangka kebaikan. 

Berita Terkait
0 Komentar

Tinggalkan Komentar