Membangun Bonding dengan Anak
Parenting 164 dilihat komentar

Membangun Bonding dengan Anak

Ilmu bonding itu penting untuk orang tua pelajari. Karena, kedekatan yang terbangun saat masih kecil akan menjadi penentu ketika dia dewasa kelak. Ketika di waktu kecil dia bisa nurut (patuh) terhadap aturan-aturan atau arahan dari orang tua, secara otomatis ketika dewasa dia akan berlaku sama atau bahkan lebih baik dari masa kecilnya.

Cara-cara membangun bonding dengan anak:

1. Berada di momen penting anak. Waktunya adalah saat anak mau tidur dan saat anak baru membuka mata. Wajib berada di samping anak.  Waktu tersebut waktu di mana gelombang otak anak melewati pikiran bawah sadar di mana memori anak tersimpan. Maka dari itu, buat memori yang tersimpan adalah kedekatan dengan orang tua.

2. Ketika menidurkan anak, cari satu lagu untuk dinyanyikan setiap kali menidurkannya. Cari yang kata-katanya mudah diingat, sederhana, atau bisa dikreasikan sendiri dengan kata-kata yang dibuat sendiri. Musik paling mudah masuk ke memori otak. Penjelasannya begini, saat kita mendengarkan sebuah lagu, dan lagu tersebut adalah lagu yang sering dinyanyikan saat bersama suami atau istri tercinta, pasti di saat sendiri ketika mendengar ada lagu tersebut diputar, yang terjadi adalah langsung teringat sama dia yang tersayang.

3. Ketika anak selesai dari tantrum atau menangisnya segeralah untuk dipeluk. Namun, ketika emosinya masih meledak-ledak ya dibiarkan dulu, tunggu sampai emosinya reda. Barulah setelah itu, dikasih pengarahan. Berbeda kalau nangisnya habis jatuh, ya segera ditanganin ya. Segera untuk diobati dan segera dipeluk.

4. Membiarkan anak melewati fase tumbuh kembangnya dan menerima mereka apa adanya. Misalnya anak usia tiga bulan suka ngeces, atau anaknya belum bisa tidur sendiri seperti yang lain, padahal anak usia tiga bulan suka ngeces, ngenyot itu adalah masa tumbuh kembangnya bukan sesuatu hal yang salah.

Hai Bunda, jangan dikira anak masih kecil itu tidak tahu ya, dia bisa membedakan mana yang sayang mana yang tidak. Apa yang Bunda pikirkan anak pun mampu mengetahui. Jadi anak ketika dibandingkan dengan yang lain, mengapa di usianya segini yang lain sudah bisa jalan, sedangkan dia belum, kecemasan-kecemasan yang Bunda alami dia pun merasa. Maka, jangan disalahkan ketika dia tidak dekat dengan Bundanya. Karena Bundanya suka membandingakan dengan yang lainnya.

5. Isi tangki cintanya dengan bahasa cinta yang tepat (insyaallah akan ada bahasan khusus lebih detailnya ya)

Nantikan di edisi selanjutnya.

Catatan: Artikel ini merupakan kiriman dari penulis. Saungliterasi.id tidak bertanggung jawab atas isi yang ada di dalamnya. Namun, kami berhak mengubah maupun menghapus kiriman penulis apabila terdapat kesalahan yang merugikan banyak pihak.

Berita Terkait
Komentar
blog comments powered by Disqus