Kota Rawa
Puisi 13 dilihat komentar

Kota Rawa

Kau akan mengerti jika kembali, kembali ke masa para begawan

Masih belajar di pasraman kota selatan

Kisahnya ratusan tahun silam

Seorang wanita bertapa brata di langit bukit tertinggi

Mencari tau apa itu dasar kehidupan


Jejak-jejaknya masih berada di badan kotaku

Kotaku yang kecil dan penuh petualangan

Tapak janjinya masih belum terjamah, terjamah oleh kumpulan orang serakah

Yang slalu hidup mewah yang menelan pematang sawah


Fajar naik ketika aku masih seorang remaja

Menjelajah ria di dalam rimba hutan kotaku

Di dekat suara adzan aku berjalan sendirian

Merangkak malu di tepian sungai kotaku


Tepiannya telah mengamuk menjadi bilik-bilik meja bersachet

Hingga aku mulai tersesat di rimbunan orang berjaket

Ngengat malam minum kopi bersama duduk di jok sepedanya

Tertawa ria bersama pasangannya

Kotaku begitu remang dengan lampu kota yang mengantuk


Berkedip sesekali membuat bergidik

Namun tak perlu takut kataku

Tempat setan berkumpul kini telah menjadi warung kopi

Sepanjang hilir sungai rawa banyak orang bersemedi

Melipat kaki dengan minum segelas kopi

Tak hanya anak muda-mudi bertatap muka

Dari golongan apapun sama berbagi cerita

Catatan: Artikel ini merupakan kiriman dari penulis. Saungliterasi.id tidak bertanggung jawab atas isi yang ada di dalamnya. Namun, kami berhak mengubah maupun menghapus kiriman penulis apabila terdapat kesalahan yang merugikan banyak pihak.

Berita Terkait
Komentar
blog comments powered by Disqus