Jangan Dulu Menulis Buku Kalau Belum Jawab 3 Pertanyaan Ini
Motivasi 225 dilihat komentar

Jangan Dulu Menulis Buku Kalau Belum Jawab 3 Pertanyaan Ini

Sudah punya ide menulis? 

Kalau belum sebaiknya segera dibuat.

Kalau sudah, harusnya khawatir.

Kok khawatir?

Kita perlu khawatir sama ide yang sudah ada di kepala. Khawatir dari apa?

... dari pertanyaan ini.

Pertanyaan Pertama

Apakah ide yang kita pikirkan dapat dipastikan selesai?

Jika jawabannya YA, maka alhamdulillah.

Itu artinya kalian kita keyakinan yang kuat bisa menyelesaikan tulisan. Minimal punya semangat dulu. Ga masalah. 

Karena yakin bisa diselesaikan, sebaiknya dipikirkan materi yang lebih mudah ditulis dan diselesaikan.

Bayangkan kalau kita lagi kuliah dan mau ngajuin proposal skripsi.

Terus kita pengen skripsinya "perfect". Yosh, dosen pembimbing menyetujui saking terkagumnya sama ide yang kita ajukan.

Dalam perjalanan, ternyata kita menemukan kesulitan menyelesaikan skripsi. Kebetulan, solusinya ga mudah. Akhirnya molor. Bolak-balik revisi tak berkesudahan.

Itu akibat mencari ide yang bagus tetapi tidak yakin bisa selesai

Lantas, timbul pertanyaan ...

"Bagaimana kita bisa tahu ide itu mudah dan bisa selesai?"

Gampang, lakukan aja hal ini:

1. Tulis sesuai dengan kemampuan / hobi / passion atau keilmuan yang gue banget.

2. Buat kerangkanya dari awal kata pengantar sampai profil penulis. Sudah tahu apa isi yang mau ditulis.

3. Referensinya lengkap sebagai penunjang tulisan.

4. Sharing dengan mentor.

Oke. kalau pertanyaan pertama sudah terjawab dan teratasi, sekarang kita naik tingkat ke pertanyaan kedua.

... makin sulit pertanyaannya nih ????

Pertanyaan Kedua

Apakah ide yang akan kita tulis unik?

Karena tiap bulan buku terus terbit, maka level persaingan akan semakin meningkat.

PRnya, kalau punya ide unik harus segera kirim ke penerbit. Biar ga kalah saing.

Pengalaman saya ditolak penerbit karena buku yang saya tulis "terlambat" dan sudah banyak naskah sejenis di pasaran

Artinya, bukan sekedar ide yang mudah dan yakin dapat diselesaikan aja, tapi harus unik idenya

Lantas, gimana cara mendapatkan ide yang unik itu?

Riset...

Sering datang ke toko buku. Coba datangi rak yang naskahnya mirip sama apa yang mau kita tulis. Terus periksa apa saja kelemahan buku pesaing. 

Kelemahan buku pesaing mesti dijawab oleh buku yang akan kita tulis. Sehingga ketika mengirimkan ke penerbit sudah punya modal keunggulan naskah.

Menulis keunggulan naskah adalah PR terberat bagi saya yang nggak biasa cari kelemahan buku pesaing. 

Tapi itu dulu ...

Sekarang penerbit sudah mulai mewajibkan adanya keunggulan naskah.

Ibaratnya kita lagi ngajuin proposal skripsi ke dosen lah. Semakin unik proposal skripsi yang kita ajukan, makin cepat disetujui dosen pembimbing.

Kalau pertanyaan kedua sudah terjawab, makin mantap.

Mari lanjut ke pertanyaan ke tiga

Pertanyaan Ketiga

Apakah buku yang akan kita tulis layak dijual?

Kebanyakan penulis mikir gini: "udahlah nulis aja. mikirin laku apa nggak ntar ga nulis-nulis."

Bener sih bagi orang yang sibuk mikir tapi nggak action.

Berbeda kalau kita sibuk mikir sambil eksekusi.

Artinya pikirin juga apakah buku kita nantinya layak dijual, sambil kuatin hati menulis terus pantang menyerah.

Pas masuk meja editor, pilihannya dua, ditolak atau diterima

Sedikit bocoran, penerbit nerima naskah pake feeling. Mereka juga jualan. Artinya kita harus paham kalau mau lolos, ya bantu penerbit dengan cara kirim naskah yang layak mereka jual.

Dalam bisnis, penerbit juga ga mau rugi.

Saya yakin, kalau emang naskah kita unik dan layak jual, peluang lolos 80%.

Selain itu, penerbit juga menyukai penulis "baru" atau "senior" yang aktif berkontribusi dalam mempromosikan buku.

Ga masalah kita pemula, asal bisa bikin percaya penerbit soal promosi, peluang terbit akan semakin besar.

Oke, andai pertanyaan ketiga sudah dijawab. Alhamdulilah.

Selamat. Welcome to best seller. Aamiin.

Catatan: Artikel ini merupakan kiriman dari penulis. Saungliterasi.id tidak bertanggung jawab atas isi yang ada di dalamnya. Namun, kami berhak mengubah maupun menghapus kiriman penulis apabila terdapat kesalahan yang merugikan banyak pihak.

Berita Terkait
Komentar
blog comments powered by Disqus