Ardim
Puisi 11 dilihat 0 komentar

Ardim

Ardim,

Baskara mereka-reka lalu membakar punggungku untuk sementara

Kakiku bersungguh-sungguh melanglang di dalam keramaian

Melebur sepatuku menyatu dalam kerumunan

Tapi pembisik padaku berprasangka tak nyaman

Bualanya gelap tak kerap

Namun biarlah

Biar dahi berluluk asal tanduk mengena

Biar saja bayanganku tetap di bawah kuasa sang surya

Bersembunyi dia dari siaran lancar radio usang

Menembus ulu hatinya

Menyadar deras lantas mengalir ke saku bajunya


Catatan: Artikel ini merupakan kiriman dari penulis. Saungliterasi.id tidak bertanggung jawab atas isi yang ada di dalamnya. Namun, kami berhak mengubah maupun menghapus kiriman penulis apabila terdapat kesalahan yang merugikan banyak pihak.

Berita Terkait
0 Komentar

Tinggalkan Komentar